Brankas dan Boost Capital baru saja meluncurkan LoanLink, layanan aplikasi pinjaman berbasis chat pertama di Asia Tenggara. Platform LoanLink dirancang dengan tampilan UI/UX yang memudahkan penggunanya untuk mengajukan pinjaman dengan cepat.
Ketika seseorang hendak mengajukan pinjaman ke institusi keuangan —baik itu bank maupun lembaga non bank—biasanya perlu melalui serangkaian tahapan, salah satunya penentuan skor kredit. Pinjaman hanya akan dicairkan manakala skor kredit seseorang tersebut bagus. Karena skor yang bagus mengindikasikan tingkat pengembalian yang baik, menghindarkan pemberi pinjaman akan risiko kredit macet.
Seiring semakin beragamnya mekanisme penilaian kredit, penting bagi calon nasabah mengetahui cara untuk cek dan meningkatkan skor kredit miliknya. Artikel ini akan membahas tentang cara mengetahui apakah skor kredit kamu bagus, dan bagaimana mengantisipasi agar skor tersebut tetap selalu bagus agar pinjaman yang diajukan bisa disetujui oleh lembaga keuangan terkait.
Di Indonesia, penentuan skor kredit utamanya diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Regulasi yang banyak dirujuk adalah Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 29/POJK.05/2014.
Terkait skor kredit itu sendiri, di Indonesia terdapat berbagai lembaga informasi keuangan yang memberikan layanan tersebut. Metodenya juga berbeda-beda, sehingga menghasilkan indeks skor yang berbeda-beda pula. Salah satu contoh skor kredit yang diberikan adalah rentang nilai antara 300 hingga 850 dengan uraian sebagai berikut:
Skor kredit juga didasarkan pada kemampuan membayar debitur (ketepatan pembayaran pokok dan bunga), atau disebut kolektibilitas kredit. Informasi ini biasanya didapatkan melalui Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) yang dikelola OJK. SLIK merupakan sistem informasi yang dikelola oleh OJK untuk mendukung pelaksanaan tugas pengawasan dan layanan informasi di bidang keuangan.
Didasarkan pada tingkat kolektibilitas tersebut, mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Nomor 40/POJK.03/2019 tentang Penilaian Kualitas Aset Bank Umum, terdapat lima tingkatan yang disematkan kepada nasabah, sebagai berikut:
Untuk cek skor kredit pribadi, ada dua cara yang bisa dilakukan, yakni dengan permohonan SLIK ke OJK atau menggunakan layanan skor kredit yang disediakan oleh pihak ketiga — yang tentunya sudah mengantongi izin regulator.
Permohonan SLIK di OJK dapat dilakukan secara offline maupun online. Untuk pengajuan secara offline, dapat mengikuti tata cara berikut ini:
Sementara itu, jika ingin mengajukan permohonan SLIK secara online, pengguna bisa memanfaatkan layanan iDebKu dengan langkah-langkah sebagai berikut:
Saat ini terdapat sejumlah pengembang layanan skor kredit konsumer yang menjajakan layanannya secara gratis untuk membantu seseorang melihat skor kreditnya. Beberapa nama platform tersebut termasuk Pefindo, Skorlife, CekSkor, CekAja, IDScore, dan lain-lain. Untuk menggunakannya mekanisme langkahnya kurang lebih seperti ini:
Proses pengambilan dan analisis data ini dilakukan dengan mekanisme dan standardisasi yang disesuaikan dengan aturan regulator, sehingga ada jaminan keamanan untuk pemilik platform ataupun konsumen akhir.
Ada sejumlah tips yang dapat diikuti untuk meningkatkan skor kredit. Berikut langkah-langkah umum yang dapat dijadikan strategi dalam meningkatkan skor kredit seseorang:
Satu hal yang wajib diperhatikan diingat bahwa memperbaiki skor kredit tidak terjadi secara instan, dan butuh waktu dan konsistensi. Faktor-faktor lain, seperti lamanya riwayat kredit dan jumlah pinjaman yang pernah diambil, juga mempengaruhi skor kredit. Selalu mengikuti kebijakan dan praktik keuangan yang sehat dapat membantu membangun dan meningkatkan skor kredit seiring waktu.
Banyaknya pengembang layanan skor kredit tersebut tidak terlepas dari makin mudahnya akses ke infrastruktur pendukung, salah satunya berkat adanya platform berbasis Open Finance. Salah satu penyedia platform yang memudahkan pengembang untuk membuat layanan credit scoring adalah Brankas. Melalui layanan Brankas Data API, pengembang bisa menghadirkan kapabilitas untuk mengizinkan pengguna mensinkronisasi data keuangan bank mereka ke dalam platform, beberapa data lain yang dapat dipergunakan untuk skor kredit dan e-KYC yang Brankas sediakan juga meliputi e-wallet, dan data kartu kredit VISA.
Brankas dan Boost Capital baru saja meluncurkan LoanLink, layanan aplikasi pinjaman berbasis chat pertama di Asia Tenggara. Platform LoanLink dirancang dengan tampilan UI/UX yang memudahkan penggunanya untuk mengajukan pinjaman dengan cepat.
Menurut hasil riset Google, Temasek, Bain & Company yang dirilis pada 2022, populasi unbanked di Asia Tenggara masih besar di beberapa wilayah termasuk Indonesia (81%) dan Filipina (75%). Penelitian ini fokus mengukur kalangan penduduk di usia produktif yang belum tersentuh layanan keuangan secara optimal. Berbagai stakeholder berusaha untuk menekan gap tersebut, termasuk para pemain di bidang industri keuangan.