Brankas
Brankas
Open Finance

Manfaat Open Banking API dan Penerapannya dalam Industri Keuangan

Brankas Team March 15, 2024
Manfaat Open Banking API dan Penerapannya dalam Industri Keuangan

Manfaat Open Banking API dan Penerapannya dalam Industri Keuangan

Open Banking API adalah sebuah konsep yang memungkinkan lembaga jasa keuangan (bank dan nonbank) berbagi data pelanggan secara aman dengan pihak ketiga secara aman melalui mekanisme Application Programming Interface (API) yang terhubung ke dalam backend aplikasi. Kegiatan berbagi data ini juga turut melibatkan nasabah sebagai pemberi autentikasi dan otorisasi atas data yang mereka miliki. Praktik Open Banking sudah dimulai sejak tahun 2000-an, saat teknologi mulai merevolusi industri perbankan dan menghasilkan layanan keuangan modern berbasis digital.

Implementasi Open Banking API menjadi penting, karena industri teknologi finansial (fintech) saat ini memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Terkait pangsa pasar Open Banking sendiri, diproyeksikan oleh Polaris Market Research ukuran pasarnya telah mencapai $16,14 miliar di tahun 2021 dan akan terus bertumbuh dengan CAGR 26,8% hingga tahun 2030 dengan revenue mencapai $128,12 miliar. Jelas bagi lembaga keuangan seperti bank ini bisa menjadi sumber revenue baru, untuk melayani segmen B2B pengembang layanan keuangan digital.

Manfaat Open Banking API

Pada dasarnya, Open Banking API bisa dimanfaatkan oleh berbagai aplikasi fintech yang membutuhkan data nasabah perbankan/layanan keuangan untuk menunjang model bisnisnya. Ambil contoh untuk layanan digital personal finance (wealthtech), Open Banking API bisa membantu mereka menghubungkan data transaksi yang dilakukan nasabah untuk selanjutnya dicatat dan dianalisis untuk membantu pengguna menilai kesehatan finansialnya. Contoh lainnya untuk fintech lending, Open Banking API bisa membantu mereka melakukan repayment atau disbursement secara otomatis — bergantung pada use case yang ingin diterapkan.

Secara umum, terdapat 5 manfaat utama yang bisa didapatkan oleh pengembang fintech dengan Open Banking API, sebagai berikut:

1. Kemudahan Akses Data

Melalui API, pengembang dapat menghubungkan aplikasinya dengan sistem server yang dimiliki oleh perbankan. Adanya standardisasi Open API di sistem pembayaran juga membuat prosesnya tidak rumit dan tidak memerlukan infrastruktur yang mahal. Data yang diambil juga bersifat “on-demand”, artinya bank hanya akan memberikan data nasabah yang memberikan izin atau otorisasi saja. Dan di sisi pengguna akhir pun selain mengizinkan, bisa juga memutuskan konektivitas data tersebut.

Bank yang menghadirkan model bisnis Open Banking API biasanya akan memiliki kanal khusus yang dapat dimanfaatkan developer untuk mendapatkan akses ke API fitur tertentu. Hal ini mengingat bahwa setiap fungsi (data, transaksi, identitas, verifikasi dll) akan memiliki baris API yang berbeda. Kanal developer tersebut biasanya juga sudah dilengkapi dengan dokumentasi yang dapat dimanfaatkan sebagai petunjuk teknis guna memudahkan pengembang untuk mengimplementasikan APInya.

2. Membuka Peluang Inovasi

Open Banking API memungkinkan inovator di bidang fintech untuk melahirkan berbagai layanan keuangan digital baru untuk konsumen memanfaatkan basis data yang dimiliki bank. Sejumlah layanan fintech modern saat ini telah memanfaatkan Open Banking API, seperti aplikasi manajemen keuangan keluarga, marketplace atau layanan perbandingkan produk keuangan, aplikasi asuransi digital, dan lain sebagainya. Teknologi Open Banking pada dasarnya mendorong kolaborasi antara bank dan fintech.

Di saat bersamaan sisi regulator memberikan keleluasaan kepada pengembang untuk menghasilkan model bisnis baru. Melalui regulatory sandbox, Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan terus membuka peluang layanan keuangan inovatif baru untuk diuji dan diberi izin atau lisensi PJP — dengan tujuan akhir meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan untuk seluruh masyarakat Indonesia.

3. Keamanan Transaksi Data

Open Banking API memiliki standarisasi akses data yang ketat, penerapannya harus sesuai dengan regulasi. Sehingga agar bisa saling terhubung, institusi keuangan yang menyediakan layanan Open Banking dan pihak ketiga yang ingin terhubung harus mematuhi ketentuan tersebut. Dalam lalu-lintas data, data-data dalam transaksi Open Banking turut dienkripsi melalui model keamanan yang ketat untuk menghindarkan dari potensi kebocoran data. Pemain seperti Brankas yang juga menyediakan kapabilitas Open Banking API telah memiliki sertifikasi ISO EIC 27001 yang telah memvalidasi keamanan manajemen sistem informasi yang dikembangkan. Brankas juga telah menyandang sertifikasi PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) untuk mengamankan seluruh transaksi keuangan di dalamnya.

4. Meningkatkan Pengalaman Pengguna

Dengan pemanfaatan Open Banking API, para nasabah memiliki kemampuan untuk menggabungkan beragam akun keuangan mereka ke dalam sebuah aplikasi atau platform tunggal. Hasilnya, mereka dapat memperoleh wawasan yang lebih holistik mengenai kondisi keuangan pribadi mereka, menciptakan pengalaman pengguna yang ditingkatkan secara signifikan. Dengan keterhubungan yang lebih baik antara berbagai aspek finansial, pengguna dapat mengelola dan merencanakan keuangan mereka dengan lebih efisien dan efektif.

5. Keterbukaan dan Transparansi Data

Open Banking berperan penting dalam mendorong transparansi di sektor keuangan dengan cara memberikan akses yang lebih mudah kepada pelanggan terhadap data dan informasi pribadi mereka. Dengan memungkinkan pelanggan untuk berbagi data mereka dengan pihak ketiga, seperti aplikasi keuangan atau layanan perencanaan keuangan, Open Banking menghadirkan gambaran yang lebih jelas tentang keadaan keuangan mereka.

Selain itu,Open Banking merangsang persaingan yang sehat di pasar keuangan. Dengan memungkinkan perusahaan fintech dan penyedia layanan keuangan lainnya untuk mengakses data yang relevan, Open Banking mendorong inovasi dan pembangunan produk yang lebih baik. Inisiatif ini memotivasi lembaga keuangan tradisional untuk beradaptasi dan meningkatkan layanan mereka agar tetap bersaing.

Penerapan Open Banking API

Implementasi Open Banking API melibatkan serangkaian langkah teknis dan organisasional yang penting untuk memungkinkan pertukaran data terbuka dengan pihak ketiga. Langkah awal adalah menetapkan tujuan dan strategi yang ingin dicapai melalui penerapan Open Banking. Setelah itu, evaluasi infrastruktur teknologi yang ada perlu dilakukan untuk memastikan bahwa sistem back-end dan basis data mampu mendukung integrasi dengan API. Tim IT kemudian akan mengembangkan API yang sesuai dengan kebutuhan, melibatkan pemodelan data, pemilihan teknologi, dan pengembangan kode.

Keamanan merupakan aspek kunci dalam Open Banking. Oleh karena itu, pemilihan standar keamanan yang tepat, termasuk autentikasi, otorisasi, enkripsi data, dan pengelolaan token akses, harus diperhatikan dengan serius. Pengaturan otorisasi dan izin juga perlu ditetapkan untuk menentukan bagaimana nasabah memberikan izin kepada pihak ketiga. Sebelum meluncurkan API secara luas, uji coba internal dan eksternal harus dilakukan guna memastikan kinerja yang baik dan kesesuaian dengan kebutuhan.

Dalam persiapan peluncuran, penting untuk mengembangkan dokumentasi yang jelas dan komprehensif agar pengguna API, baik dari pihak ketiga maupun tim internal, dapat memahami penggunaan dan fungsionalitas API. Setelah API diluncurkan, pemantauan terus-menerus terhadap kinerja dan pemeliharaan rutin menjadi kunci. Terakhir, memastikan bahwa implementasi mematuhi regulasi yang berlaku, seperti GDPR di Eropa atau regulasi Open Banking di tingkat nasional, merupakan hal penting.

Selain itu juga penting untuk mengevaluasi dampak Open Banking terhadap layanan, pelanggan, dan bisnis. Hal ini memungkinkan identifikasi pencapaian tujuan awal dan peluang perbaikan lebih lanjut. Kolaborasi tim lintas disiplin dan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan nasabah serta regulasi akan menjadi landasan kokoh dalam kesuksesan implementasi Open Banking API.

Related Articles

Fintech Lending di Indonesia: Jenis-Jenis dan Regulasi Terkini
Open Finance 20/02/2024
Fintech Lending di Indonesia: Jenis-Jenis dan Regulasi Terkini

Fintech lending menjadi salah satu lini teknologi keuangan yang berkembang sangat pesat di Indonesia. Menurut data statistik yang diterbitkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), per Januari 2023 pemain fintech lending sudah menyalurkan pinjaman online mencapai Rp18,73 triliun untuk 15,93 juta peminjam. Nilai tersebut meningkat 35,72% secara year-on-year.